Thursday, August 10, 2006

Koneksi Internet dengan CDMA + Starone Pasca Bayar + Tips dan Trik

Pesatnya teknologi informasi memang memberikan berbagai kemudahan bagi kita. Salah satunya adalah semakin banyak pilihan untuk koneksi internet. Dengan berbekal hp CDMA 6235 + kabel data dku-2 original + kartu pasca bayar Starone dengan paket internet Rp.100.000 untuk 350 mb/bulan, saya sudah bisa connect internet dari rumah. 350mb untuk 1 bulan sih memang relatif sedikit, tetapi saya jarang sekali menggunakan internet untuk download, hanya untuk buka, tulis email, cari jurnal, dsb. Sehingga 35o mb sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan saya.
Namun, ada pengalaman yang kurang mengenakkan dengan starone pada awal pengaktivannya. Saya sempat susah connect selama 3 hari, koneksi terputus otomatis tiap 10 menit. Awalnya saya pikir masalah ada pada setting atau kabel data. Tapi untunglah saat ini koneksi sudah lancar tanpa gangguan.
Untuk yang berminat menggunakan nokia CDMA nya sebagai modem untuk koneksi seperti saya, saya sarankan untuk menggunakan nokia tipe 6235/ke atas saja (3155, 6155, 6265, 6255). Pertimbangannya sebagai berikut:
1. HP Nokia CDMA tipe di bawah 6235 (mulai 6585, 3125, 6225, 2112, 2116, 2115i, dll) membutuhkan kabel data nokia original tipe dku-5 (sudah tidak diproduksi) dan CA-42 (yang sekarang ada). Harga kabel data ori CA-42 adalah Rp.375.000, atau bisa menggunakan kabel CA-42 merk Mobile-Action, tapi susah cari barangnya. Masalahnya, di Malang dan Surabaya kabel data CA-42 juga habis. Apakah tidak bisa memakai kabel KW/non ori yang seharga 50-70rb? Jawabannya bisa, jika anda hanya membutuhkan untuk transfer data (gambar, ringtone, dsb). Tapi jika anda membutuhkan untuk koneksi internet, maka lupakan saja. Saya sudah pernah mencoba sendiri kabel non ori seharga 60 rb yang menurut promosi tokonya sih bisa untuk internet dengan jaminan uang kembali. Ketika saya coba pertama kali memang bisa c0nnect, tetapi tiap 5 menit langsung disconnect. Apakah bukan masalah jaringan? Bukan! karena saya menggunakan dua kartu berbeda, dan keduanya tidak bisa tidak bisa konek.
2. HP Nokia CDMA tipe 6235 dan diatasnya membutuhkan kabel data nokia DKU-2 (sudah tidak diproduksi) dan CA-53 (Rp 300.000). Di Malang dan Surabaya juga habis...Kenapa saya menyarankan anda memakai nokia tipe ini?? Karena, kabel DKU-2 terdapat pada semua hp Nokia GSM dengan tipe diatas 7610. Artinya, kabel ini termasuk dalam bundling pembelian. Artinya jika anda kebetulan punya nokia GSM tipe 7610, 6670, 6630, 6681, 6680, 6270, 6280, 9500, 9300, dll, anda akan mendapatkan kabel data Nokia DKU-2 (pada beberapa produk yang baru diproduksi anda akan mendapatkan kabel CA-53). Sedangkan untuk nokia N Series, dalam bundlingnya terdapat kabel data CA-53. Seandainyapun anda tidak memiliki Nokia GSM seri diatas, tetap saya sarankan untuk membeli 6235, dengan pertimbangan anda dapat meminjam kabel teman anda, toh mereka yang memiliki hp diatas akan lebih memilih card reader untuk memindah data ke MMC (hehehe..)

Radar Malang, Kamis 10 Agustus 2006

SUNGSANG, LAHIR KEPALA PUTUS
Batu- Dunia kedokteran di Malang Raya gempar. Seorang bidan bernama Linda Handayani, warga Jl. Pattimura Gg I Kota Batu, melakukan malpraktik saat menangani proses persalinan. Akibatnya, pasien bernama Nunuk Rahayu, 39, tersebut terpaksa melahirkan anak ketiganya dengan hasil mengerikan. Bayi sungsang itu lahir dengan leher putus. Badan bayi keluar duluan, sedangkan kepalanya tertinggal di dalam rahim.
Kejadian ini membuat suami Nunuk, Wiji Muhaimin, 40, kalut bukan kepalang.Bayi yang diidam idamkan selama 9 bulan 10 hari itu ternyata lahir dengan cara yang sangat memprihatinkan. "Saya sedih sekali, tak tega melihat anak saya," ujar Muhaimin.
Terkait kronologi kejadian ini, pria berkumis tebal tersebut menjelaskan, istrinya Selasa sore lalu mengalami kontraksi. Melihat istrinya ada tanda-tanda melahirkan, Muhaimin membawa istrinya ke bidan Linda Handayani, yang tak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Begitu memasuki waktu shalat Magrib, dia pulang untuk shalat.
Muhaimin mengaku tidak punya firasat apa-apa sebelum peristiwa tersebut terjadi. Selama ini dia yakin kalau istrinya akan melahirkan normal. "Nggak ada firasat apa-apa. Ya normal-normal saja," katanya.
Kemarin, istrinya masih belum bisa diwawancarai. Pasalnya, Nunuk masih terbaring lemah di BKIA. Ia tampaknya masih tidur dengan pulas. Kemungkinan, pulasnya tidur Nunuk tersebut akibat pengaruh obat bius malam harinya.
Menurut Muhaimin, dia sangat sedih ketika melihat bayinya tanpa kepala dengan ceceran darah di leher. Dia merasa antara percaya dan tidak melihat kondisi itu. Namun, dia sedikit lega bisa melihat anaknya ketika badan dan kepalanya disatukan. Menurut dia, bayi itu sangat mungil dan cantik, kulitnya masih merah, dan rambutnya ikal. "Saya ciumi dan usap wajahnya, sambil menangis," kata Muhaimin dengan mata berkaca-kaca.
Meski kejadian ini dirasakan sangat berat, Muhaimin akhirnya bisa juga menerima dan menganggap ini takdir Tuhan. Tetapi untuk kasus hukumnya, dia tetap menyerahkan ke yang berwenang. Dia berharap kasus ini bisa ditindaklanjuti dengan seadil-adilnya.
Dari penuturan beberapa warga sekitar, sebenarnya bidan Handayani adalah sosok bidan yang berpengalaman dan senior. Dia sudah praktik puluhan tahun. Dengan demikian, masyarakat juga merasa kaget mendengar kabar mengerikan itu datang dari bidan Handayani.
Kabar ini juga menyentak kalangan DPRD kota Batu. Menurut ketua Fraksi Gabungan Sugeng Minto Basuki, bidan Handayani memang sangat terkenal di Batu. Kata dia, umurnya sudah 60 tahun lebih. Namun, atas kasus ini dia meminta dinas kesehatan melakukan recovery lagi terhadap para bidan yang ada di Batu. Dengan demikian kasus mengerikan semacam ini tidak akan terulang lagi. "Saya juga meminta polisi segera mengusut kasus ini. Kalau perlu izin praktiknya dicabut," katanya.

----------------------------------------------------------------

Ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan terkait berita ini.
1. Kejadian menyebut istilah "malpraktik" dengan sembarangan terjadi lagi..benar-benar sangat menjengkelkan. Apa susahnya menambahkan kata "dugaan" untuk kasus2 sensitif seperti ini. Kalangan pers harus benar-benar fair dalam menggunakan kata-kata, sehingga tidak terbentuk suatu opini publik yang merugikan pihak/profesi tertentu.
2. Uji kompetensi yang diwajibkan pemerintah untuk profesi dokter tampaknya harus dikaji ulang, karena sesungguhnya uji kompetensi dibutuhkan untuk semua profesi yang berhubungan dengan kesehatan. Dokter, perawat, dan bidan seharusnya juga diuji kompetensi. Sehingga tidak ada kesan diskriminasi untuk profesi dokter.